Selasa, 10 Mei 2011

A New Heart (drama kita)


A NEW HEART

ADEGAN I

Diatas panggung, seorang gadis kelihatan bingung. Berjalan mondar- mandir sambil sesekali terlihat senyum, cemberut, dan bingung sendiri. Ditangannya, dia menggenggam sebuah hati berwarna merah. Dalam hatinya dia berujar:

Hm,… sekarang aku sudah cukup dewasa untuk menentukan pilihan hidupku sendiri. Enak juga ya,…(sambil tersenyum) tapi,.. (sambil memandang sebentuk hati yang ada di tangannya) kepada apa atau kepada siapa akan ku serahkan hati ini supaya aku bahagia (senyum nya hilang, kini wajahnya kelihatan tegang. Dia berpikir keras)
Atau,… jangan – jangan nggak ada lagi hal yang bisa membuat ku bahagia di dunia ini, kalau begini, pasti hidup ini akan terasa membosankan. Untuk apa hidup di dunia yang seperti itu ,… (wajahnya mendadak cemberut)

Ketika dia sedang bingung sendiri, tiba – tiba lewat sepasang suami -  istri yang kaya dan masih muda

Suami  :sayang apa kamu tidak capek berjalan sejauh ini? (sambil merangkul pundak istrinya dengan mesra)
Istri      :ah, ..tidak. malahan aku senang bisa menikmati liburan ini bersama mu (sambil  menggelayut manja di bahu suaminya) biasanya, kamu kan selalu sibuk,…
Suami  :iya, tapi itu semua untuk membahagiakan mu. Aku ingin mencari banyak uang   agar kamu tidak kekurangan apapun.
Istri      :iya,…aku tahu. Senang rasanya punya suami yang baik seperti kamu sayang,…
            (tiba – tiba mata sang nyonya melihat si gadis yang lagi kebingungan)
            “eh, liat dech pa kayaknya gadis itu lagi bingung dan sedih. Kira – kira dia kenapa ya,…?
Suami  :ah mama, hal yang begitu aja di pikirin,…
            (mencoba melanjutkan perjalanan yang sempat terhenti).
Istri      :eh, tunggu dulu pa,.. gak ada salahnya kan kita membantu orang yang lagi   kesusahan.
Suami  :ya udah terserah mama aja,…
            (keduanya menghampiri si gadis yang lagi kebingungan).

Istri      :(sembari menepuk pelan pundak si gadis) hi dek, kamu kelihatan sedih dan bingung. Ada apa? Apa ada yang bisa kami Bantu?.
Gadis   :(kelihatan kaget) ah,…eh,…gak ada apa – apa koq kak, beneran.
Istri      :jangan bohong dek, pasti ada Sesuatu yang membuat kamu bingung. Ayolah jangan sungkan anggap aja aku ini seperti kakak mu sendiri.
Gadis   (dengan nada sedikit ragu) sebenarnya kak, aku lagi bingung mau menyerahkan hati ini pada siapa atau pada apa supaya aku bisa bahagia.
Istri      :oh,… itu soal gampang. Serahkan saja hati mu pada uang. Kamu pasti akan bahagia, iya kan pa?(sembari memandang suaminya).
Suami  :benar. Aku dan istri ku bahagia karena uang. Kami tidak pernah kekurangan dalam hal apapun .
Istri      :iya, kamu lihat sendiri kan aku bisa membeli gaun dan sepatu yang bagus dan mahal, berlian, permata, mobil mewah yang ada di parkiran itu dan banyak hal lain yang tidak bisa di nikmati sebagian orang (dengan nada sdkit angkuh).
Suami  :ya dek, jadi sekarang serahkan saja hatimu pada uang.
Gadis   :apa kakak dan abang yakin kalau uang bisa membuat ku bahagia? (dengan nada ragu).
Istri      :yakin. Bahkan sangat yakin (sambil tersenyum pasti).
Gadis   :(memandang hati yang ada di tangannya dan menyerahkan hatinya dengan ragu) tapi aku pasti akan bahagia kan kak?
Istri      :tenang akja kamu pasti akan bahagia. (membuka dfompet dan menyerahkan segepok uangpada si gadis) nah,… karena kamu sudah menyerahkan hati mu untuk uang, maka mulai sekarang uang akan selalu mengikuti langkah mu. Kamu bisa melakukan apapun dengan uang. Jadi, mulai sekarang kamu harus melakukan segala sesuatu demi uang. Karena itu yang akan menjadi sumber kebahagiaan mu.
Suami  :itu benar dek, kelola uang dengan baik. Lakukan semuanya demi uang, kamu pasti akan bahagia.
(sambil menggamit lengan istrinya hendak beranjak pergi).
Gadis   :(tersenyum senang) makasih ya bang, kak. Kalian berdua emang orang – orang yang baik
            (suami dan istri menjawabnya berbarengan sembari meninggalkan tempat tersebut)


ADEGAN II
Sigadis kelihatan senang sambil menenteng banyak tas yang berisi belanjaan.

Gadis   :enak juga ya jadi orang kaya, pumya banyak uang. Untung aku mengelolanya dengan baik. Kalau tidak belum tentu uang ku sebanyak ini. Uang yang ku miliki bisa membeli apapun yang ku inginkan (sambil tersenyum bangga).

Namun tiba – tiba aja si gadis merasa ada yang mengikutinya. Sesekali dia menoleh ke
Belakang sambilk mempercepat langkahnya. Akhirnya, dia tiba di rumah. Pembantunya,
Yang sedari tadi heran melihat tingkahnya, menepuk palan pundaknya

Pem     :non,…
Gadis   :eh,copot…copot (sambil menarik nafas dalam – dalam) kamu tuch ya surti ngangetin orang aja.
Surti    :maaf non,… habis non aneh gitu. Pulang – pulang mukanya pucat begitu. Gimana surti nggak bingung. Non kenapa?
Gadis   :ah,… aku juga bingung. Akhir – akhir ini aku merasa ada seseorang yang mengikuti aku kemana pun aku pergi.
Surti    :ya udah, non duduk dulu. Tenang kan diri non (lalu tergopoh – gopoh mengambil air minum dan memijiti kaki si gadis)
Gadis   :sur, aku tuch capek dengan semua ini. Secara materi aku emang nggak kekurangan apapun, naun aku tidak memiliki ketenangan batin. Aku nggak bahagia dengan semua ini sur,…
Surti    :kalau non nggak bahagia, kasih aja uangnya sama surti. Surti pasti bahagia. Gitu aja repot, pie toh non,…
            (sambil menyimpan gelas dan nampan ke dapur)
Gadis   :(menggeleng sambil mendesah) sur,..sur,..suatu saat nanti kamu past iakan mengerti.


ADEGAN III

Gadis sedang duduk di beranda rumahnya nketika lewat sepasang suami – istri yang 
Kemarin membantunya.

Istri      :yang lihat, itu kan gadis yang kemarin kita tolong,…
Suami  :benar ma, tapi wajahnya sedih gitu.
Istri      :iya ya,…apa dia nggak bahagia dengan uang itu? Ini pasti karena dia tidak mengelolanya dengan baik. Kesana yuk pa,…
            (keduanya menghampiri si gadis)
istri      :dek, kamu koq masih sedih. Apa kamu gak bahagia hidup dengan uang? Atau karena kamu nggak bisa mengelola uang itu dengan baik?
Gadis   :(menggeleng lemah sambil berdiri) nggak kak. Bukannya aku nggak bisa mengelola uang itu.. hanya saja aku merasa nggak bahagia hidup dengan uang itu.tiap hari aku merasa diikuti seseorang. Apalagi, dengan maraknya berita perampokan akhir – akhir ini, aku merasa nyawaku selalu terancam.
Suami  :dek, itukan masalah gampang. Kamu bisa memanggil satpam , menyewa bodyguard, atau apapun itu untuk ketenangan kamu.
Gadis   :tapi aku nggak bisa, aku bahagia hidup dengan di kelilingi dan diawasi oleh orang – orang yang asing bagi ku.(sambil membuka dompetnya) ini semua uang yang kalian berikan ditambah dengan uang pribadiku. Hitung – hitung sebagai ucapan terimakasih atas kebahagiaan semu yang kalian tawarkan. Aku nggak bahagia dengan seua itu. Sekarang kembalikan hatiku, aku nggak mau menyerahkannya untuk uang. Uang nggak bisa membeli kebahagian batin yang ku harapkan (sambil menyodorkan uang)
Istri      :ih,… cape dech liat kamu. Masih ada ya gadis sebodoh kamu di era globalisasi ini. Di kasih uang nggak mau. Apa sich yang kamu tahu tentang kebahagiaan batin? Nggak usah berfilosofi dech di depan kita.
Suami  (memegang bahu istrinya) udah ma,..kq kamu jadi sewot gitu.
Istri      :(sambil mengeluarkan hati si gadis) nich hati kamu, kembaliin uang ku (mengambil uang dengan kasar dan mengembalikan hati si gadis yang telah sedikit robek). Ayo pa, ntar bodohnya gadis ini nular lagi ama kita.
            (keduanya pun berlalu yang di ikuti oleh tatapan kecewa si gadis. Lama si gadis menatap wajahnya yang sedikit robek lalu dia bergumam,”ah, kelihatannya aku sudah kecewa dengan uang. Hatiku telah di lukai oleh uang”.)

baru saja dia membalikkan badan, dia melihat surti pembantunya sedang sibuk meng
angkat kopornya.

Gadis   :kamu mau kemana sur? (dengan wajah heran).
Surti    :mau pergi (dengan ketus).
Gadis   :jadi kamu pergi ninggalin aku di saat – saat seperti ini?
Surti    :iya, emang napa? Non nggak seneng? (dengan nada lebih ketus)
Gadis   :aku nggak nyangka ya sur, kamu tuch baik dan setia hanya pada saat aku punya banyak uang.
Surti    :ya iyalah, secara kita hidup perlu uang. Aku bersyukur nggak sebidoh kamu non.
            (lalu cepat – cepat berlalu dari hadapan si gadis yang kelihatan makin sedih).

Sementara itu, di sudut lain perampok yang udah lama mengincar gadis kelihatan
Bingung sembari berkata,”kelihatannya gadis itu telah jatuh miskin. Menggaji pembokat
Nya saja dia sudah tidak sanggup. Terpaksa aku harus mencari korban yang lain.
(membuka topeng dan berlalu pergi)

ADEGAN IV

Kali ini si gadis benar – benar sedih. Sambil memandangi hatinya yang sedikit robek

Gadis   :ah, kelihatannya tidak ada hal yang lebih baik dari uang yang bisa membuat ku bahagia.

Ketika si gadis sedang sibuk melamun sendiri, tiba – tiba seorang pengusaha yang ter
Nyata adalah dirut sebuah perusahaan besar.
Bersama sekretarisnya yang sibuk membawa map. Sang pengusaha berhenti sejenak
Sambil ,menelepon rekan bisnis nya di seberang sana. Setelah bertelepon, dia meandang
Sekretarisnya dan berkata:
Dirut                :nan, tolong kamu catat nanti malam pukul 07.00 saya ada meeting dengan partner saya.
Nancy              :baik pak (sambil sibuk menulis) meeting nya dimana ya pak?
Dirut                :di lobby utama grand angkasa. (dirut hendak melangkah pergi namun mengurungkan niatnya manakala melihat si gadis yang lagi bingung. Serta merta dia memberi isyarat kepada sekretarisnya untuk menghampiri si gadis). Dek, kiamu kenapa kq kelihatan bingung?
Gadis               :(sedikit kaget) eh,…bapak. Anu pak,.. eh nggak ada apa – apa koq.
Dirut                :kamu jangan sungkan untuk cerita. Tapi kalau kamu nggak mau cerita juga nggak apa – apa koq (beranjak hendak pergi).
Gadis               :eh,.. tunggu pak. A..anu, sebenarnya saya punya sedikit masalah pribadi pak. Saya lagi bingung mau menyerahkan hati saya pada siapa agar saya bisa bahagia.
Dirut                :oh,…itu masalah kecil. Serahin aja hati kamu untuk pekerjaan. Nanti kalau kamu bekerja sungguh – sungguh, karir kamu akan terus naik dan kamu akan di hargai orang lain. Seperti saya, kamu tahu saya memulai segalanya dari nol. Namun karena saya gigih, maka perusahaan saya saat ini adalah salah satu perusahaan terbesar di negeri ini. Akibatnya, saya disegani dan di hargai banyak orang. Saya merasa sangat puas dan bahagia dan semua itu terjadi karena saya menyerahkan hidup saya untuk pekerjaan dan karir saya.. benar kan nan?
Nancy              :benar pak.
Dirut                :sekarang, serahin aja hati kamu buat pekerjaan. Pasti kamu akan bahagia.
Gadis               :apa bapak yakin saya bisa bahagia jika saya menyerahkan hati saya pada pekerjaan.
Dirut                :tentu. Kamu pasti akan bahagia.
Gadis               :(dengan takut – takut menyerahkan hatinya pada nancy) tapi saya tidak akan kecewa kan dengan keputusan ini?
Nancy              :tidak malahan kamu akan bahagia dengan keputusan ini (sambil mengambil hati si gadis, namun tiba – tiba nancy teringat sesuatu) tapi pak,…apakah gadis ini memiliki keahlian seperti yang dibutuhkan oleh perusahaan kita?
Dirut                :oh ya, keahlian apa yang kamu miliki?
Gadis               :maksud bapak?
Dirut                :maksud saya keahlian untuk lapangan pekerjaan saat ini. Kamu bisa nggak mengetik?
Gadis               :nggak pak.
Dirut                :komputer?
Gadis               :nggak pak.
Dirut                :bahasa inggris atau bahasa asing lainnya?
Gadis               :nggak juga p-ak,…(kali ini dengan wajah bloon)
Dirut                :trus apa yang kamu bisa,… (dengan nada tidak sabar)
Gadis               :oh itu,…(sambil tersenyum bangga) saya bisa masak, nyuci, nyetrika, ngepel, nya…
Dirut                :stop,…stop, dasar gadis kampungan. Kamu sama sekali nggak punya skill di dunia kerja.
Nancy              :(sambil tersenyum mengejek) heran, di era globalisasi ini ada ya gadis kayak kamu. Kasihan ya, pria yang jadi pacar kamu,…kalo Cuma keahlian seperti itu, hanya pekerjaan sebagai CS yang cocok untuk kamu dan itu sudah lebih dari cukup di perusahaan kita (sambil meremas hati gadis dan mambuangnya di hadapan gadis).
Dirut                :mari nan, buang – buang waktu dengan orang seperti ini,…
Nancy              :baik pak (berlalu sambil mencibir kearah gadis)

Setelah keduanya pergi,…
Gadis               :(sambil memungut hatinya yang remuk) ada apa sich dengan mereka? Aku berkata jujur, mereka marah (sambil memperbaiki hatinya yang remuk)
Bahkan pekerjaan sekalipun tidak bisa menerima aku apa adanya (nada suara lemah dan wajah semakin sedih).
Kelihatannya, segala sesuatu yang ada di dunia ini hanya membuatku semakin kecewa (mata mulai berkaca – kaca)

ADEGAN V

Berhari – hari gadisl arut dalam kesedihan yang teramat dalam. Suatu waktu, ketika si gadis sedang melamun tiba – tiba melintas seorang pria  dihadapan si gadis. Melihat si gadis yang lagi sendiri, pria ini tersenyum nakal. Lalu dia pun mulai melancarkan serangan jitunya.

Pria         : menyanyikan sebaris lagu sempurnanyanya andra (sambil mengancungkan  dua jempol kea rah penonton)

Gadis yang awalnya  acuh, demi mendengar nyanyian si pria mulai tertarik dan memandang kea rah sumber suara. Si pria yang menyadari bahwa umpannya mulai berhasil, mendekati si gadis sembari tersenyum manis

Pria      : kamu kenapa dek? Koq sedih gitu?
Gadis   : gak ada apa – apa koq (dengan nada cuek dan memasang wajah cemberut).
Pria      : ayolah dek, cerita ke abang. Kali aja abang bisa Bantu kamu.

Awalnya, gadis enggan karena dia telah sangat kecewa dengan semua yang di alaminya. Namun, karena terus – menerus di desak si pria dengan rayuannya yang manis akhirnya si gadis luluh juga.

Gadis   : hmpfh,…sebenarnya aku lagi sedih n bingung. Sedih, karena aku ngerasa nggak ada lagi hal apapun di dunia ini yang bisa ,membuatku bahagia. Bingung, karena aku nggak tahu ;lagi mau menyerahkan hati ini pada apa atau pada siapa agar aku bahagia.
Pria      : (sambil tersenyum lembut dan licik) oh,…memang masalah seperti itu sering membuat kita di lema dan bingung. Abang juga dulu seperti itu. Sampai akhirnya abang sadar bahwa dalam menjalani hidup kita harus punya prinsip dan nggak boleh hidup dalam keadaan bimbang.(sambil menatap mata si gadis dengan lembut. Wajah si gadis merona di tatap seperti itu oleh pria bijaksana yang ada di sampingnya. Pria melanjutkan omongannya dengan lebih PD krn tahu wanita yang di sampingnya mulai termakan rayuannya).
            Tapi abang yakin, kalo adek pasti lebih bijaksana dari abang. Itu terpancar dari mata adek. Kecerdasan yang tidak di miliki oleh setiap wanita.
Gadis   :ah, abang ada- ada aja (makin tersipu). Buktinya sekarang aku lagi bingung. Hm,… apa abang punya solusi untuk mengatasi masalah yang sedang ku hadapi.
Pria      : oh ya,..ada sich. Tapi abang segan mengatakannya pada adek. Apalagi kita baru ketemu rasanya kurang afdol bila abang ikut campur masalah adek..
Gadis   :ah, nggak apa – apa koq bang. Nggak usah sungkan. Kalo abng bisa Bantu aku kenapa nggak.
Pria      : bener nich, daek nggak bakalan marah?
Gadis   : nggak aku janji.
Pria      :ya, udah…(berhenti sejenak). Jadi gini dek, menurut abang lebih baik kamu serahin aja hati kamu sama abang. Abang janji akan ngebahagiain kamu
            (si gadis mendelik menatap pria yang di sampingnya).
Ya dek,.. di tatap gitu abang takut ne. tadi udah janji nggak bakalan marah.
Gadis      : bang, please,… aku udah cukup kecewa dengan semua yang aku alami.ku  mohon abang jangan ikut – ikuta menambah deretan luka di hati ku.
Pria         :dek, percaya sama abang. Pertama kali melihat mu, abang tahu ada sesuatu yang lain pada diri mu yang membuat abang yakin kalau kamu adalah belahan hati abang yang udah selama ini abang nanti – nantikan. Abang janji akan ngebahagiain kamu (sambil merangkum tangan si gadis dengan penuh kelembutan) percaya sama abang dek,…
Gadis      : (trenyuh melihat kesungguhan di mata si pria) abang beneran mau ngebahagiain aku?
Pria         : pastinya dek. Abang janji akan ngebahagiain kamu. Harga diri abang taruhannya.
Gadis      : (menatap lama hati yang ada di tangannya) abang janji kan?
Pria         : (melihat keraguan di wajah si gadis, pria memegang bahui si gadis sambil berujar lembut) dek, percayalah abang tidak akan membohongi mu.

Dengan berat hati, gadis menyerahkan hatinya kepada si pria yang disambut dengan
Senyum penuh kemenangan oleh si pria.

Pria            : mulai saat ini kita menjadi sepasang kekasih.
Gadis         : sepasang kekasih?
Pria            : ya. Dimana ada aku disitu ada kamu. Dan dimana ada kamu, disitu ada aku.

ADEGAN VI

Si gadis dan si pria sedang duduk berdua. Dengan mesra si pria merangkul bahu si gadis
Sementara itu si gadis merebahkan kepelanya di bahu si pria. Kemudian, pria mulai me
Lancarkan serangan mautnya

Pria               : (sambil menunjuk ke langit) liat dech bintang itu.
Gadis            : (sambil menatap ke langit, kea rah tangan si pria) iya, indah ya bang,…
Pria               : kamu tahu, ketika melihat bintang itu aku sadar kalo Tuhan begitu baik pada ku.
Gadis            : memangnya kenapa bang?
Pria               : karena dia telah dua bintang itu dan menaruhnya di mata mu. Secara tidak langsung, Tuhan memberikan dua dari bintang itu kepada ku lewat kedua mata mu (sambil menatap mata si gadis).

Ketika gadis tersipu malu akibat rayuan si pria, tiba – tiba melintas seorang wanita yang
Centil di depan mereka. Aroma parfum yang di pakainya begitu menyengat sehingga
Mata si pria tidak dapat di tahan untuk tidak memandang wanita tersebut. Menyadari diri
nya sedang dipandangi, wanita ini semakin mengatur langkahnya sembari bernyanyi kecil

wanita          : (sambil melirik genit kearah pria) pilih lah aku jadi pacar mu, yang pasti setia menemani mu, yang lain belum tentu setia..
                     (sambil menjatuhkan sapu tangannya)
melihat sapu tangan nya jatuh, pria segera berlari kecil memun gut sapu tangan tersebut
dan menyerahkan nya pada wanita itu

Pria               :mbak, ini sapu tangan mbak ya,…
Wanita          :eh,..iya mas, aduh maaf ya ngerepotin (dengan wajah merasa bersalah).
Pria               :nggak apa – apa koq mbak.
Wanita          :aduh,… jangan panggil mbak donk. Panggil aja mia. Oh ya, nama mas siapa?
Pria               :oh ya, maaf lupa mau kenalan. Habis kecantikan mia bikin saya grogi (sambil mengulurkan tangan) nama saya Samuel. Panggil aja sam.
Mia               :oh, jadi nama kamu bsam. Yang itu pacar kamu ya, udah lama nungguin kamu tuch,..
Sam              :ah, nggak koq. Itu Cuma sepupu aku. Tadi dia lagi sedih jadi aku berusaha menenangkan dia. Oh ya, mia koq sendiri?
Mia               :iya nich sam, nggak ada yang nganter. Padahal mia takut lho jalan sendiri.
                     (dengan manja)

sementara itu, gadis mulai bosan menunggu. Lau dia bangkit berdiri hendak menghampiri
mia dan sam 

Sam              :sam anterin mau nggak?
Wanita          :ah,… ntar ngerepotin kamu lagi
Sam              :ngak apa- apa. Sam nggak di repotin koq, beneran.
Mia               :ya, udah kalo gitu (lalu keduanya mulai berjalan).


Melihat reaksi yang tidak menyenangkan, si gadis memanggil pacarnya.

Gadis            :sam,… sam,…tunggu, kamu mau pergi kemana?
Pria               :ada urusan bentar (sambil mendekati gadis) kamu di sini aja dulu (sdkit ketus).
Gadis            :sam, kamu jangan ninggalin aku gini dong. Kamu udah janji akan selalu ngebahagiain kamu.
Pria               :dengar ya nona, tiada hal yang abadi di dunia ini (dengan kemarahan yang di tahan)
Gadis            : tapi,… kamu kan yang janji. Malahan aku udah menyerahkan hati aku sepenuhnya sama kamu (mulai terisak)
Sam              :aqduh,… perempuan, koq bawel bangat sich. Hati kamu ini yang akan kamu jadikan senjata, hah? Sekarang kamu akan lihat bagaimana aku meremukkannya (merobek – robek hati gadis dan meremasnya) ambil nech hati (melemparkannya ke hadapan gadis).
Secepatnya sam menggamit tangan mia dan berlalu dari tempat itu. Mia memandang ke belakang sembari tersenyum mengejek dia berkata,”kacian dech kamu”

Gadis            : (menangis sambil melemparkan benda – benda yang ada di dekatnya kea rah sam) kamu jahat sam,..aku benci kamu,..kamu licikkk,…
(lalu memungut hatinya yang telah hancur) aku nggak percaya lagi pada apapun. Aku benci semuanya,…aku telah disakiti dan di kecewakan oleh semua. Aku benci,..!!!

ketika gadis sedang menangis, lewatlah sepasang suami istri yang ternyata adalah
pendeta

pendeta        :ma, coba lihat gadis itu sedang menangis. Kasihan ya ma,…
Ny. Pendeta :benar pa, coba kita kita tanyakan mengapa dia bisa menangis sedemikian sedihnya.
                     (lalu keduanya menghampiri si gadis) nak, kenapa kamu menangis? Apa yang membuat kamu sedih?
                     (dengan marah, gadis menatap keduanya)
gadis             :apa peduli kalian?!!! Kaliaqn berdua pasti orang – orang yang ingin menertawakan kebodohanku kan? Pergi,..!! aku tidak butuh kalian,..pergi,..

melihat gelagat si gadis, pendeta memberi isyarat pd istrinya agar meninggalkan tmpt itu

Ny. Pendeta :bentar ya pa, (mengeluarkan sesuatu yang ternyata sebuah sapu tangan dan sebotol softdrink) nah, sekalah air mata mudan minumlah dahulu supaya kamu sedikit tenang. Barangkali kamu masih ingin sendiri, kami pamit dulu yach,…(menggamit tangan suaminya dan pergi)
Gadis            :kalian pikir aku perlu di kasihani seperti ini?!! Ambil barang – barang murah ini (melemparnya kea rah pendeta dan istrinya) aku sama sekali tidak membutuhkannya. (pendeta tetap berjalan dan mengacuhkan sikap si gadis)

Setelah keduanya pergi, si gadis masih saja menangis. Untuk sesaat ia menyeka air mata
Nya dengan sapu tangan pemberian istri pendeta. Tak lama, gadis merasa sangat haus,
Dengan seduikit ragu, dia segera meminum soft drink pemberian istri pendeta itu.

ADEGAN VI

Kali ini, si gadis duduk dengan sedih sembari mengingat segala kenangan segala ke
nangan bersama pria yang telah meninggalkannya. Luka
Terpancar jelas di wajah itu. Namun entah kenapa keluarga pendeta yang kemarin me
Nolongnya, lewat di depan ruahnya hari ini. Melihat Ny. Pendeta yang ingin meng
Hampirinya, gadis segera bangkit hendak masuk ke dalam.. dia tidak ingin membuang
Buang waktunya bersama keluarga pendeta itu. Melihat sikap gadis yang demikian,
Segera saja Ny. Pendeta mengambil tindakan.

Ny. Pendeta :nak, tunggu dulu,…(setengah berlari) jangan masuk dulu. Ibi ada sesuatu buat kamu (sembari mengeluarkan Alkitab dari tas nya). Nah,.. ambillah. Semoga buku ini dapat membantu kamu untuk menemukan apa yang kamu cari. (gadis tetap tak bergeming, lalu Ny. Pendeta meletakkan Alkitab itu di lantai sembari memegang bahu gadis ia berkata,”Tuhan Yesus amat mengasihimu. Namun tangan itu segera di tepis oleh gadis. Segera sesudah itu, pendeta dan istrinya berlalu dari  tempat itu)

ADEGAN VII

Gadis bingung dengan buku yang di berikan oleh Ny. Pendeta itu. Berulang kali dia
Memandangi alkitab itu dan meletakkannya di lantai. Ada dorongan yang kuat dari dalam
Dirinya yang memaksanya untuk segera membaca buku itu. Akhirnya, setelah melewati
Pergumulan batin yang cukup panjang, gadis pun membuka itu. Dan tiba – tiba aja mata
Nya tertujupada salah satu ayat yang telah di tandai dalam buku itu yakni, yoh 14:6
Setelah membaca ayat itu, gadis semakin bingung. Dia tidak dapat memahami sepenuh
Nya apa yang di maksud dalam nas itu. Dengan gelisah, gadis menunggu kedatangan
Keluarga pendeta itu. Kerap kali ia melongok dari pintu rumahnya untuk melihat apakah
Keluarga pendeta itu datang. Tepat pada saat gadis sedang keluar dari pintu rumahnya,
Keluarga pendeta itu sedang lewat. Dengan sikap yang sedikit ramah, gadis memanggil
Mereka.

Gadis            :pak, bu, bisa singgah sebentar.
K. Pendeta   :(saling berpandangan heran untuk sejenak lalu kemudian melanjutkan)
                     Oh,…tentu, tentu (lalu keduanya pun masuk ke rumah gadis)

Setelah berbasa – basi sejenak, keduanya pun menanyakan maksud gadis mengundang
Mereka untuk masuk ke rumah itu.

Pendeta        :begini nak, tadi kami cukup heran dengan perubahan sikap kamu. Kalau boleh tahu, apa yang menyebabkan kamu berubah seperti itu?
Gadis            :(sembari tersenyum) begini pak, kemarin saya membaca satu nas dari buku yang bapak berikan dalam yoh 14:6. bunyi kalimat dalam nas itu cukup membuat saya bingung sekaligus tertarik pak.
Pendeta        :(mengeluarkan alkitab dan membaca nya di hadapan gadis) jadi begini nak, dari pembacaan ayat ini dapat kita ketahui bahwa jalan kehidupan satu – satunya hanya ada dalam Yesus. Mengapa? Karena hanya Dia lah satu – satu nya Allah yang melepaskan kita dari kuasa maut melalui pengorbanannya di kayu salib dengan mencurahkan darahnya. Jika tidak demikian, tentu semua sudah ada di bawah kuasa dosa dan kelak jika meninggal akan mengalami kematian yang kekal.
Ny. Pendeta :benasr nak, itulah yang menjadi perbedaan antara pengikut kristus dengan penganut – penganut agama lainnya. Di dalam Kristus ada janji keselamatan yang pasti yang tidak bisa di berikan oleh agama – agama lainnya.
Pendeta        :ya, jikalau ada  agama lain yang bisa memberikan kepastian yang sedemikian saat ini juga saya bisa meninggalkan kekristenan saya. Tetapi sampai saat ini saya tidak pernah menemukan janji seperti yang ada dalam Yesus.
Gadis            :apakah Yesus bisa memberikan kebahagiaan dan kedamaian dalam batin saya?

Pendeta        :oh, tentu. Bahkan itu merupakan salah satu tujuan Yesus lahir ke dunia selain untuk penyelamatan manusia kartena itu, Yesus di sebut juga sebagai Raja Damai.
Gadis            :(mendengar dengan penuh perhatian) trus pak, bagaimana caranya supaya saya bisa mendapatkan itu semua? Apakah menggunakan uang atau keahlian tertentu?
Pendeta        :(memendang istrinya sembari tersenyum) tentu tidak nak. Semnua itu Cuma – Cuma. Kamu hanya perlu menyerahkan hatimu sepenuhnya untuk Tuhan.
Gadis            :itu artinya saya harus seperti bapak donk. nggak bekerja lagi ,..
Pendeta        :bukan, maksudnya bukan demikian nak. Kamu bisa tetap bekerja. Malahan kamu harus selalu berusaha untuk jadi yang terbaik dalam setiap pekerjaan kamu. Karena Tuhan ingin agar setiap kita menjadi teladan. Namun demikian, kamu jangan melupakan Tuhan, kamu harus tetap memprioritaskan Tuhan dalam hidup kamu maka Tuhan yang akan turut bekerja dalam setiap rencana kamu.
Ny. Pendeta :jadi bagaimana nak, apakah kamu mau menyerahkan hati mu pada Yesus yang telah lama menunggu agar kau datang pada Nya?
Gadis            :tapi saya tidak akan di kecewakan lagi kan bu?
K.pendeta    :tentu tidak (berbarengan)
Gadis            :baiklah pak, bu setelah mendengar penjelasan bapak dan ibu barusan kini saya mengerti kenapa saya tidak memperoleh kebahagiaan dalam hidup saya selama ini. Ini terjadi karena saya menyerahkan hati saya pada tempat yang salah. Mulai saat ini saya mau menyerahkan hidup saya pada Si Pemberi kehidupan itu. Saya mau menyerahkan hidup saya pada Yesus.
Pendeta        :kalau nak viona udah yakin dengan keputusannya, mari kita berdoa bersam. Kamu ikuti doa yang saya ucapkan,..(ketiganya pun berdoa bersama)

ADEGAN VIII

Kini gadis merlangkah dengan bahagia sambil memegang hati yang baru di tangannya.
Hati itu berwarna putih bersih, sebuah hati yang telah di baharui.
(musik mengalun dengan lembut, lalu digambarkan bagaimana gadis menolong orang –
orang yang pernah menyakitinya. Mulai dari perampok yang babak belur dihajar massa
karena ketahuan ketika melakukan aksinya. Kemudian di tunjukkan pula pengusaha yang
bangkrut dan menjadi pengemis akibat krisis berkepanjangan yang melanda perusahaan
nya. Dan terakhir adalah pria yang telah menyakiti gadis terkapar di jalanan. Karena
ia pergi meninggalkannya setelah terlebih dahulu memoroti hartanya.

Setelah semua kejadian yang dialaminya, gadis berkata dalam hatinya demikian:
Banyak hal yang ku alami akhir – akhir ini. Bahkan aku telah melakukan banyak hal  
Yang aku sendiri tidak sanggup melakukannya, yakni menolong orang – orang yang
Telah menyakitiku. Kini aku sadar bahwa untuk meraih kebahagiaan dalam hidup aku  
Tidak perlu mengubah dunia ini menjadi seperti yang aku harapkan. Karena itu tidak  
Akan mungkin terjadi. namun yang perlu ku lakukan adalah mengubah hati dan sikap ku  
Dalam memandang segala sesuatu yang ada di sekeliling ku. Sehingga aku dapat me
mahami maksud Tuhan dalam hidup ku. Jadi, semuanya berawal dari hati. Sudahkah
hati kita di baharui?

ADEGAN IX

Gadis sedang sibuk mengerjakan tugas – tugas kantornya, ketika tiba – tiba datang seke
Lompok orang yang pernah di tolong gadis. Mereka masing – masing telah memegang
Hati yang baru di tangannya. Lalu mereka menyalami gadis sambil mengucapkan terima
Kasih pada gadis. Lalu mereka berangakat untuk merayakan ibadah Natal bersama.
 






.










































           
                       













0 komentar:

Poskan Komentar

please, leave comment

Sample Text

Text Widget

Diberdayakan oleh Blogger.

Follow by Email

Entri Populer

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Mengenai Saya

Foto saya
i'm a beautifull girl and has a wonderful future,... love it!!!

Daily Calendar

Pengikut

Recent Posts

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Download

Ada kesalahan di dalam gadget ini